RINDU DAN SISA KEBENCIAN

Hatimu bersamudra
Tak dapat ku renangi
Ditenggelamkannya asaku
Aku tak dapat menyelami

Mengapa engkau ada?

Teringat kenang dalam gelap
Mencari keberadaan saat fajar datang
Kenapa Engkau hadir

Nafasku berat saat mengilustrasikan

Pikirku penat seakan hidup tinggal satu tarikan
Kamu tak pernah tau, iya kan?
Sebab kamu hanya bayang-bayang

Apakah semua hal lalu sudah kita selesaikan?

Tidak, semuanya berlalu begitu saja


Yogya 09/07/2018


M. Ruslam Sahrul

ELEGI TEGURAN ILAHI

Elegi

Teguran Illahi,

Malam larut, hati menghitam, aku menggila
Fajar tiba, kesadaran hilang, aku menjelma
Rembulan bersaksi, matahari mencatat, malu pun tak ada

Aku takabur ... Di habiskannya waktu demi waktu dalam dosa.

Engkau tak ku ingat pada pagi dan petang
Dalam tidur dan terjaga, dalam hangat dan dingin tak terasa.
Satu hendak tak pernah ku duga ... Terjaga setiap pagi dan petang
Melelahkan alam pikir kenapa aku diasingkan, hilang sirna dari pandangan

Dulu  bermahkota kini tinggal cerita
Dulu  kebanggaan kini tinggal kenangan
Dalam tidur dan terjaga ... sisa yang tak bisa aku selesaikan
Seketika duniaku terbalik, sebab aku lupa itu kenapa Engkau melupakanku.

Seketika hidupku terbalik, kini tinggal noda sebab itu Engkau mengujiku
Tak dapat aku bersembunyi, setiap aku ingat ... Nampaklah itu bagai layar kaca.

Air mata meleleh ... Aku menyerah ...
Tuhan ... Seandainya ini sebuah keadilan dari takdirku
Maka kuatkanlah aku menerima keadilan dalam hatiku.

Yogya 9 Juli 2018

M. Ruslam Sahrul