SPIDERMAN FAR FROM HOME 2019

DILEMA SEORANG REMAJA SPIDERMAN FAR FROM HOME ?



Bagi anda yang masih remaja, selamat, film dari Marvel ini diprioritaskan untuk sobat sobat yang masih remaja. Walaupun tertera untuk semua umur, namun tetap menurut saya film ini cocok sekali untuk umur remaja. Kenapa tidak, emosional yang ditampilkan oleh tokoh utama dalam menghadapi keadaan yang sedang dia alami adalah masa kedilemaan seorang remaja. Mirip-mirip film anak-anak Home Alone yang ditinggalkan oleh keluarganya terutama orang tuanya, film ini juga yaaa seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Remaja disini klo menurut sumber wikipedia: 

Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dengan masa dewasa yang berjalan antara umur 11 tahun sampai 21 tahun.

Setelah menonton film terbaru dari Marvel ini hingga hit saat ini, bahkan saya menonton di Pondok Indah Mall Spiderman Far From Home ini dibuka sebanyak kalau tidak salah 3 atau 4 pintu teater secara bersamaan. wuih, booming banget ya sob. Dan rame banget, tiap pintu ramai dikunjungi semua tipe umur. Dari anak-anak hingga orang tua. 

Baiklah sob, saya akan menceritakan sedikit awal mula kedilemaan tokoh utama Peter Parker ini. Berawal dari seseorang, disini adalah Nick Fury, yang ingin berbicara lewat telepon selular melalui perantara asisten Tony. Peter Parker sebagai peran utama dalam film ini yang berstatus sosial sebagai remaja tidak menginginkan agar dirinya dilibatkan dalam aksi pahlawan sebelumnya. Ini sangat bertentangan sekali karena justru dia menginginkan untuk liburan bersama teman temannya terutama dengan MJ dan berwncana untuk menyatakan cinta di Menara Eifel Paris.

Keterlibatan Peran utama dalam mewarisi Avenger seolah hal yang mutlak untuknya dan beberapa kejadian yang secara kebetulan saling terkait membuat dirinya feustasi. Kemunculan tokoh Misterio dan kekaguman peran utama terhadap tokoh misterio ini membuat Spiderman salah langkah. Dia memberikan warisan kacamata yang bisa mengendalikan kekuatan Tony sebagai pemimpin Avenger. Disinilah puncak kedilemaan itu berlangsung sehingga membuat tokoh utama harus sesegera mungkin mengambil keputusan yang cepat. Disinilah kedilemaan tokoh utama itu diuji, akan tetap menjadi anak anak yang tanpa beban dan salah, atau berubah menjadi seorang dewasa yang bertanggung jawab. Bagaimana kelanjutan kisah tokoh utama dalam kedilemaannya itu, tonton segera sob filmnya.




PASANGAN TAK DIKENAL

Aku tidak tahu siapa dirinya, namun seolah kami saling kenal sejak lama. Dia mengajakku ke suatu tempat. Tempat rahasianya. Sebelum ku ikutinya lebih jauh, dia hanya bilang " tak usah ada bonus ya?" lalu aku pun bilang "kemarin, teman mu juga kasih bonus" , sambil kuperagakan sesuatu padanya. Lalu dia pun hanya tersenyum, dengan tangan membuka sebuah gembok besi.

Kuikuti dia yang diawali sebuah ruangan dengan tangga disudut pojoknya. Di ruangan itu ada seorang wanita yang sedang menonton tv. Wanita tua tak berdaya. Tangga yang pertama sungguh sangat berbeda dengan tangga yang lain. Tangga ini tinggi, mungkin dua meter. 

Aku pun menunjukkan kebolehanku dengan menaruh satu buah seperti sofa dan kuyakini sofa itu bisa membantuku dengan hal ini. Aku loncat mnginjak sofa itu dan meloncat ke tangga pijakan pertama. Kuikuti dia. Dia kembali bilang bahwa suaminya tidak ada. Suaminya kerja.

Setelah menaiki tangga yang berbelok itu, aku masuk disebuah ruangan yang bertangga kembali. Tangga yang menjulang ke atas 180 derajat. Kali ini bukan tangga biasa. Seperti berada disebuah menara atau pagoda. Ruangan itu pun terdapat 7 ruangan sempit yang memanjang ke atas. 7 tingkatan. Aku mengikuti di bawahnya.

Ditengah perjalanan, sambil kupijaki satu persatu anak tangga, kulihat seorang pria yang sepertinya adalah suaminya, namun aku tak menghiraukannya. Hingga tiba di ruangan ke-7, ruangan yang lebih luas. Dia meloncat ke sebuah beton kotak yang diantaranya adalah jurang. Lumayan renggang, mungkin sejauh tiga meter . Aku pun meloncat dengan sedikit ragu, walaupun akhirnya aku bisa juga. 

Alangkah kagetnya saat aku meloncat ke arahnya, dia meloncat ke arah ku. Sehingga ketika aku tiba di kotak beton itu, dia berada di sebrang. Sepertinya aku dijebak. Juga aku lihat suaminya yang dibawah tadi dengan dua buah pisau mulai berjalan ke arah ku dengan wajah garang.

Aku pun lari dan sekali lagi aku menunjukkan kebolehanku. Disaat dia mendekatiku, aku berubah menjadi anjing yang bisa menghilang sehingga dia tidak bisa menangkap ku. 

Senin, 01 Juli 2019
Pukul 01:30 WIB