Tampilkan postingan dengan label PUISi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISi. Tampilkan semua postingan

MERINDUKAN DI KOTA SHIMIZU

MERINDUKAN

Kilauan cahaya Kota Shimizu
Antara maghrib dan Isya
Hayalanku disana bersamamu
Kehangatan di kamar tidur kita

Kembali ke lautan yang hampa
Dan kan kukatakan nanti,
Tentang kita, dan setelah kita
Cukuplah di pantai saja

Lalu perjalanan ini
Setelah semakin jauh menuju Alaska
Kanada, Hawaii dan Australia
Semoga kita
Berpeluk hangat kembali




Golden Princess
Shimizu, 28 April 2018
Ade Nugraha

TAK SELAMI LAUTAN

TAK SELAMI LAUTAN

Kapal yang bergerak perlahan
Dengan gelombang yang berirama
Dimalam hari kutermenung sendiri
Dilantai Enambelas kapal ini

Aku sesali sungguh
Mengapa aku tak selami lautan
Tuk bertanya pada paus, atau
Sekelompok ikan tuna yang berloncatan

Karena aku ingin tahu
Rahasia luasnya samudra
walau sudah lama sering kita berjumpa
Aku sesali keterbatasanku ini

Lalu kusadari keterbatasanku ini
Aku bukanlah apa apa ...
Aku tidak tahu apa apa ...

Grand Princess
26 Januari 2017
Pukul 19.13 menuju Puerto Vallarta

UNTUKMU UANG

Ku kejar hingga satu purnama
Ujung ketemu pangkal
Tak keluar meski tinggi gunung ku balik
Dalamnya tak tercantum namaku
Atasnya tak tertulis maknaku ...

Engkau merpati
Malu seperti kucing
Jika belum untuk tanganku hanya tetap ditempatnya
Ku panggil berpuluh ribu hingga mega berganti-ganti
Jika bukan pencintamu yg memanggil
Ianya tak akan menghampiri telapakmu ...

Andai duduk saja seperti batu tak bergeming
Ia mampir dibawa musim
Dicoba nya mengikuti musim
Musim senyum bak hasrat merayu berpeluk ...

Sir Bergumam hingga berbisik cicak mampu menguping
Darma mengungkap cerita di hari yang lalu
Berhitung dalam harap ...

Ia datang dan pergi atas perintah sang pencintanya ...


Yogya, 9 April 2019

M. Syahrul Ruslam

RINDU DAN SISA KEBENCIAN

Hatimu bersamudra
Tak dapat ku renangi
Ditenggelamkannya asaku
Aku tak dapat menyelami

Mengapa engkau ada?

Teringat kenang dalam gelap
Mencari keberadaan saat fajar datang
Kenapa Engkau hadir

Nafasku berat saat mengilustrasikan

Pikirku penat seakan hidup tinggal satu tarikan
Kamu tak pernah tau, iya kan?
Sebab kamu hanya bayang-bayang

Apakah semua hal lalu sudah kita selesaikan?

Tidak, semuanya berlalu begitu saja


Yogya 09/07/2018


M. Ruslam Sahrul

ELEGI TEGURAN ILAHI

Elegi

Teguran Illahi,

Malam larut, hati menghitam, aku menggila
Fajar tiba, kesadaran hilang, aku menjelma
Rembulan bersaksi, matahari mencatat, malu pun tak ada

Aku takabur ... Di habiskannya waktu demi waktu dalam dosa.

Engkau tak ku ingat pada pagi dan petang
Dalam tidur dan terjaga, dalam hangat dan dingin tak terasa.
Satu hendak tak pernah ku duga ... Terjaga setiap pagi dan petang
Melelahkan alam pikir kenapa aku diasingkan, hilang sirna dari pandangan

Dulu  bermahkota kini tinggal cerita
Dulu  kebanggaan kini tinggal kenangan
Dalam tidur dan terjaga ... sisa yang tak bisa aku selesaikan
Seketika duniaku terbalik, sebab aku lupa itu kenapa Engkau melupakanku.

Seketika hidupku terbalik, kini tinggal noda sebab itu Engkau mengujiku
Tak dapat aku bersembunyi, setiap aku ingat ... Nampaklah itu bagai layar kaca.

Air mata meleleh ... Aku menyerah ...
Tuhan ... Seandainya ini sebuah keadilan dari takdirku
Maka kuatkanlah aku menerima keadilan dalam hatiku.

Yogya 9 Juli 2018

M. Ruslam Sahrul