LABA-LABA YANG MENAGIH HUTANG

Laba-laba itu yang mereka lukis di mobilku
Sedangkan aku berada disuatu tempat 
Berkumpul bersama yang lain.

Kami menatapi lukisan masing-masing dikejauhan
Ada harimau, ada gajah, ada kalajengking
Ada yang lain.

Ini bagaikan kehendak yang tak bisa ditawar
Setiap orang mendapatkan lukisan yang berbeda-beda
Dan harus membayar jasa lukis mereka.

Apakah aku suka?
Aku tak merasa itu harus disukai atau tidak
Yang jelas aku merasa ketakutan dan jijik

Aku berlari melewati sebuah jembatan yang ku kenal
Jembatan yang semasa kecil sering kulewati.

Laba-laba itu mengejarku mundur di depan
Seolah-olah aku yang mengejarnya.

"Aku tak mau bayar" Ucapku 
Laba laba itu pun menghilang sesaat
"Aku tak mau bayar" mantraku
Laba-laba itu pun kembali menghilang.

Dan tiba-tiba
Dia muncul di sampingku 
Mencengkram tangan kiriku.

"Aku jijik, aku takut, aku tidak suka laba-laba", teriak ku

Hingga istriku membangunkanku.



Bogor, 1 Mei 2019 04:19 WIB
Ade Nugraha