SI DOEL ANAK SEKOLAHAN THE MOVIE 2

DILEMA TOKOH UTAMA DALAM FILM 
"SI DOEL ANAK SEKOLAHAN THE MOVIE 2"


Akhirnya saya menonton Si Doel Anak Sekolahan The Movie 2, setelah sekian lama mengalami kerinduan yang mendalam cieee .. 

Ya begitulah guys bagi anda yang rindu akan sinetron Si Doel kini kembali terobati yang kedua kalinya dengan adanya Si Doel Anak Sekolahan The Movie 2. Bagi saya film terbaru Si Doel ini pas sekali dengan karakter-karakter lama. Dialog dan Lattar yang ditampilkan tidak jauh seperti halnya Si Doel Anak Sekolahan di sinetronnya. Sepertinya sang sutradara menjaga sekali dan meminimalisir sekali segala bentuk perubahan yang bisa mengurangi nilai kepamoran film ini. Yang intinya seperti yang saya katakan dari awal, rindu itu pun terobati.


Pada awal cerita kita disuguhkan oleh penampilan-penampilan aktor dan artis yang sudah familiar bagi kita, seperti Mandra, Doel, Atun, Zaenab dan Mpok Aminah. Karakter mereka sesuai dengan porsinya masing-masing sehingga film ini masih nampak relevan sebagai film maestronya Rano Karno. Karakter Mandra yang lucu dan membuat pecah suasana ini sama persis seperti karakter -karakter sebelumnya. Seperti halnya ketika Doel dan Mandra pulang dari Belanda, Mandra berkata dengan sombongnya bahwa di Indonesia ini sangat panas sekali. 


Hal menarik adalah munculnya karakter Si Doel Junior, anak kandungnya Si Doel dan Sarah. Dilema Si Doel untuk menghadapi anaknya yang sudah lama tidak berjumpa sejak kecil membuat Si Doel tak tahu harus bersikap seperti apa karena posisinya sekarang sebagai suami Zaenab. Hal ini bisa di lihat dari percakapannya Si Doel Junior dan Si Doel di telepon.

Dering telpon dari Si Doel Junior


Doel              : Hallo

Doel Junior : Hallo, Papa sudah sampai Jakarta?
Doel              : Ada apa Nak? ada apa? Bertanya keheranan
Doel Junior : Ngga ada apa-apa. Kangen Papa aja. Oh iya Pah minggu depan itu aku libur. rencananya mau pergi ke Jakarta, sekalian mau nyari sekolah untuk aku nanti tinggal disana!
Doel             : Ya bagus kalau begitu. Sama siapa? dengan wajah kaget
Doel Junior : Sepertinya aku sendiri aja deh. Papah bisa kan jemput aku nanti di bandara?
Doel             : Hah .. Tambah kaget
Doel Junior : Bisa Papah jemput aku nanti? Bertanya polos
Doel             : Ya ya Papah tunggu kamu nanti di bandara. Tanpa berpikir panjang
Doel Junior : Apa aku bisa tinggal di rumah
Doel             : Hah ... Makin kaget
Doel Junior : Bisakan aku tinggal di rumah Papah? Bertanya kembali
Doel             : Iya iya nak kamu tinggal di rumah papah aja. Jawab dengan ragu
Doel Junior : Nanti kalau aku dan berangkat ke Jakarta, aku kabarin Papah lagi.
Doel             : Iya Nak


Menurut saya, inilah awal mula kedilemaan yang dihadapi oleh peran utama Doel, seolah-olah dihadapkan oleh keadaan yang tidak bisa ia hindari lagi, sehingga mau tidak mau ia harus menyelesaikan hal tersebut. Dengan karakter Si Doel yang baik, masalah yang sedang ia hadapi ini mengakibatkannya serba-salah. Disinilah keunikan film ini sehingga peran-peran pembantu sangat dibutuhkan dan berperan aktif muncul di setiap adegan sehingga tidak terlihat kaku. 


Peran pembantu yang aktif yang muncul disetiap adegan ini, seperti yang saya bilang di atas bahwa masing-masing tokoh memiliki peran sesuai porsinya. Seperti halnya antara Mandra dan Atun, apalagi antara Zaenab dan Sarah. Mereka para peran pembantu seolah-olah seperti bertentangan secara tidak langsung. Mandra dengan karakter sembrono dan cuek bersanding dengan karakter Atun yang perasa dan peduli terhadap abangnya. 


Menurut saya peran utama Si Doel ini merupakan peran yang sangat beruntung. Beruntung dari buah kesabarannya. Hal ini bisa dibuktikan dengan masalah yang sedang dihadapinya ini, peran pembantu sepertinya berandil besar dalam memecahkan masalah peran utama. Seperti contoh puncak konflik ketika secara tiba-tiba Sarah dan Doel Junior tiba dirumah Doel. Dan secara kebetulan Si Doel dan mandra sedang berada diluar rumah. Puncak masalah ini sekalian dengan akhir dari cerita Si Doel Anak Sekolahan The Movie 2 ini. 

Sarah : Doel ayo salam sama Ibu Zaenab. Sekarang kamu harus panggil Ibu yah! karena dia ibu kamu juga. Ayo sayang salam! Sarah berkata kepada Doel Junior

Lalu Sarah pun menyuruh Doel Junior bergabung dengan Kong Mandra dan Papahnya. Setelah berbincang sedikit dengan Doel, Sarah meminta izin kepada Doel untuk berbicara kepada Zaenab.

Zaenab : Sar 
Sarah    : Hai. Kenapa tangan kamu? Sarah bertanya
Zaenab : Gak apa apa
Sarah    : aku mau bicara sama kamu, sebentar saja!

Lalu mereka berdua duduk di ruang depan rumah.

Sarah : Nab. terima kasih ya. Selama ini kamu telah menemani Doel dan merawat Ibu. Aku bahagia Nab. Doel gak salah milih kamu. Dan aku minta, kamu mau menganggap Doel anakku seperti anak kamu juga ya! Kita ga mau bertengkar lagi seperti dulu kan!? Hei, kita sekarang sudah ga muda lagi. Kita harus bisa menanggapi semua ini secara dewasa. Aku juga mau mulai dari sekarang kamu mengganggap aku sebagai kakak mu. Aku juga sudah bilang sama Doel, supaya dia menganggap aku sebagai adiknya, sebagai saudara.

Zaenab : Sar. Aku menjalani ini semua dengan ikhlas. Aku merawat Enyak, hingga nemenin Bang Doel sampai kamu kembali lagi juga dengan ikhlas. Kalau kamu mau balikan lagi dengan Bang Doel, aku juga ikhlas. Aku tahu, Bang Doel masih mencintai kamu.


Sarah : Nab, aku datang kesini untuk ketemu ibu, ketemu Doel, dan ketemu kamu. kamu jangan berpikiran seperti itu. Kisah ku dengan Doel sudah menjadi  kisah manis di masa lalu. Kita resmi sudah berakhir Nab. Jadi, jangan pernah ada perasaan seperti itu lagi. Karena itu hanya akan buat resah hatimu saja. Kita sama-sama mencintai orang yang sama. Dan kita ga mungkin juga hidup sama-sama, iya kan? Jadi, diantara kita harus ada yang berani berkorban untuk cinta kita!


Dari cuplikan di atas, peran Zainab dan Sarah sangat penting dalam menyelesaikan masalah peran utama. Di akhir cerita yang merupakan akhir yang menggantung dimana kedilemaan cinta segi-tiga ini akan terus berlangsung. Sepertinya sang sutradara menginginkan agar penonton membayangkan dalam diri masing masing akhir cerita kisah cinta ini. Sehingga timbulah interpretasi yang berlainan, dan tentunya "Si Doel Anak Sekolahan" akan terus dinantikan kisah yang selanjutnya. Penasaran kan? 


Adapun pesan moral dalam film ini menurut saya adalah bahwa dalam menghadapi permasalahan di dunia ini harus dihadapi dengan sabar dan tetap berbuat baik apa pun kondisinya.


Enak ga jadi Doel ? Yang belum nonton film ini, segeralah menonton di bioskop-bioskop terdekat anda. Selamat menikmati.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar