MENANGIS DI ACARA BANSOS


Kamis Pukul 04.30 WIB Hari Kamis 04 Juni 2020

Di sebuah daerah telah terjadi bencana (tidak diperlihatkan bencana apa). Aku pun lekas pergi ke daerah itu. Aku melihat kebun pohon karet. Di tengah kebun itu terdapat sebuah restoran nyaman suasana rumah bambu yang  memiliki lapangan rumput di depannya. Lapangan rumput itu dialiri sebuah sungai yang jernih dan bebatuan kecil di sampingnya.

Setiba di kebun pohon karet itu, aku memandang satu jalan lorong setapak menuju ke jalan raya. Jalan lorong setapak itu telah rampung dikerjakan oleh dua orang yang tidak ku kenal. Jalan itu dibuat agar memudahkan akses ke dalam, karena tanah diantara jalan raya dan restoran itu sedikit memuncak. Jadi sekarang akses menuju restoran itu sudah mudah dilalui oleh siapa saja. 

Sambil memandang lurus lorong itu aku melihat salah satu orang yang membuat lorong itu. Beliau pincang dengan mengenakan pakaian yang lusuh. Aku pun berlari keluar jalan raya melalui lorong itu ingin melihat satu orang lagi yang membuat lorong tersebut. Beliau seperti tukang kopi keliling. Aku melihat beliau beranjak pergi dengan sepeda nya.

Setelah melihat kedua orang tersebut aku kembali masuk ke dalam melalui lorong itu dan menuju restoran bambu. Disana aku bertemu dengan beberapa orang yang sedang mempersiapkan masakan. Aku melihat salah satu diantara mereka yang memasak sangat gemuk sekali.

Setelah itu aku tiba tiba berada diantara barisan manusia manusia yang semuanya mengenakan pakaian putih di depan lapangan restoran itu. Aku berdiri lalu berjongkok di atas batu diantara aliran air yang sangat dangkal. dibayangan air itu di depan ku, aku melihat Opik Gimbal disana. Dia menghadapku lalu melemparkan air sungai dibebatuan itu ke empat arahnya. Arah yang terakhir ditujukan kepadaku. Dia melemparkan air jernih itu kepadaku seperti main kelereng. 

Ketika air itu datang tiba tiba aku pun menangis tersungkur di atas bebatuan kecil. Aku menangis tersedu sedu dengan tangan kanan melingkar dikeningku. Aku mengeluh betapa berat kehidupan ku. Lalu aku melihat Adi Romus dihadapanku dan dia berkata "Maneh sono nyah ka si Opik?"


Dan aku pun terbangun Pukul 04.30 WIB Hari Kamis 04 Juni 2020

Setelah bangun aku pun solat subuh. Lalu berbaring kembali sambil melihat lihat medsos di hp. Ketika melihat grup WA Sebaru Diamond Princess ada kabar yang sangat menggembirakan yang kami nanti nantikan. Dikabarkan sejumlah nominal bantuan dari perusahaan Cruise Line kami, mendarat di masing masing rekening kami. Saya sangat bersyukur alhamdullah dapat bantuan dana yang sangat besar ini. Alhamdulillah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar