HULU SUNGAI YANG KERUH DAN DEWA GANESHA

Jumat Tanggal 08 Mei 2020, Pukul 03.30



Kami bertiga salah satunya adalah istriku. Kami berada di hulu sungai yang membentuk sebuah lubuk yang luas. Lubuk sungai itu seperti sebuah danau hijau dan terdapat sebuah pabrik di atasnya. Lubuk sungai itu keruh yang dikarenakan oleh limbah dari pabrik tersebut. Sebuah bangunan yang kokoh diantara pepohonan yang lebat disekitar sungai. Lalu kami menyusuri sungai itu dari hulu ke hilir. Sungai itu terpisah menjadi dua aliran yang dipisah oleh tembok yang keras dan kami berjalan diatas tembok berbatu itu. Aku melihat air itu keruh sekali dengan sampah sampah plastik di pinggiran sungai. Air sungai itu mengalir tidak begitu deras. Begitu melimpahnya air itu padahal baru dari hulunya. Aku berkata kepada teman ku itu bahwa bagaimana mungkin sebuah hulu sungai tapi sudah keruh dan banyak sampah plastik ini. Apalagi kalau di hilirnya, mungkin akan lebih keruh dan banyak sekali sampah.

Setelah menyusuri sungai itu kami bertiga keluar dari sungai itu dan memasuki sebuah pasar namun kami bertiga terpisah. Aku ke sebelah kanan pasar sedang kan istriku ke sebelah kiri pasar. Dan teman ku itu si Udin entah kemana aku tidak tahu. Kisah berlanjut aku pun mencari istriku ke arah kiri pasar. Kulihat kakak ku Anton sedang makan disebuah warteg yang aku lalui. Terus aku belok kanan ke arah istriku berjalan, hungga kulalui ujung pasar disana ada sebuah penjual sayur lontong padang. Gerobak tukang sayur lontong padang itu sangat bagus sekali dengan atap seperti rumah padang dan terdapat rumbai rumbai yang indah. Dan ternyata istriku sedang makan di lontong sayur padang tersebut. Sambil menunggu istriku menghabiskan makanannya, aku melihat lihat sekitar belakang ujung pasar itu. Jalan lurus ini bertemu dengan simpang jalan kearah kiri dan kanan, 45 derajat. diantara persimpangan itu tepat sekali di akhir jalan ini, ada sebuah kuil yang posisi terasnya lebih tinggi 2 meter dan bertangga.

Di teras yang tinggi itu berdiri seorang manusia yang berkepala gajah, belalainya sangat jelas sekali terlihat dengan kalung bunga kuning dan sarung polos kuning. Disampingnya ada seorang ibu ibu yang sedang mempersiapkan sesuatu untuk menyambut tamu tamu yang sebentar lagi akan berdatangan. Terlihat asap dupa yang mengepul di depan pasangan sejoli itu. Seiring aku melihat kegiatan pasangan sejoli itu, yang menurut ku sebuah pemandangan yang menarik, istriku sudah selesai memakan lontong sayur padang tersebut, lalu aku pun berkata " Istriku akan kutunjukkan sesuatu yang sangat indah, dan kita akan kesana menengoknya". Istriku pun sumringah penuh semangat sedangkan istriku tidak menyadari bahwa pemandangan yang menarik itu sangat dekat berada hanya beberapa meter saja ditemoat kami berdiri. Lalu karena perutku juga keroncongan, aku pun berkata kepada istriku " Sebelum kita kesana, aku mau makan sayur lontong padang dulu" .

Lalu aku pun terbangun dari tidur karena waktunya sahur telah tiba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar